Deskripsi Proyek

PT Oligo Infra Swarna Nusantara (Oligo), sebagai pengembang proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Tangerang, menunjuk Synkrona untuk melaksanakan Grid Impact Study (GIS) sebagai bagian dari proses Power Purchase Agreement (PPA) bersama PLN.

Proyek PSEL Kota Tangerang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional di sektor energi yang dikembangkan melalui skema Public Private Partnership (PPP) atau Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) antara Oligo dan Pemerintah Kota Tangerang. Pembangkit PSEL yang direncanakan memiliki total kapasitas sebesar 35 MW, yang terdiri dari Pembangkit Biogas 12 MW di Rawa Kucing dan fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) 23 MWe di Jatiuwung.

Pada tahap awal, kedua fasilitas direncanakan terhubung ke jaringan Tegangan Menengah (TM) 20 kV di bawah wilayah UID Banten. Namun, karena adanya keterbatasan kapasitas jaringan, koneksi pembangkit kemudian dialihkan ke jaringan Tegangan Tinggi (TT) PLN Jawa-Madura-Bali melalui gardu induk 150 kV.

Synkrona berhasil mencapai tujuan studi GIS dengan menganalisis dampak interkoneksi pembangkit terhadap jaringan PLN serta mengidentifikasi langkah mitigasi atas potensi dampak negatif yang mungkin terjadi. Studi ini juga mencakup evaluasi kebutuhan fasilitas interkoneksi beserta estimasi biaya yang diperlukan untuk menghubungkan pembangkit ke jaringan listrik PLN.

Dengan hasil studi tersebut, pembangkit PSEL dapat terintegrasi dengan jaringan eksisting PLN secara aman dan andal, sehingga proses PPA dapat dilanjutkan karena persyaratan teknis telah terpenuhi.

Detail Proyek

LOKASI
Tangerang, Banten

KLIEN
PT. Oligo Infra Swarna Nusantara

DURASI PROYEK
2022

SHARE THIS